![]() |
| konfigurasi mikrotik |
Pendahuluan
Setelah berhasil mengonfigurasi NAT di Mikrotik, langkah selanjutnya untuk membuat jaringan lebih efisien adalah dengan mengatur DHCP Server. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) memungkinkan perangkat di jaringan untuk mendapatkan IP Address secara otomatis tanpa perlu konfigurasi manual pada setiap perangkat.
Mikrotik RouterOS menyediakan fitur DHCP Server yang mudah dikonfigurasi untuk jaringan LAN, memungkinkan distribusi alamat IP secara otomatis kepada semua perangkat yang terhubung. Artikel ini akan membahas langkah-langkah cara setting DHCP server di Mikrotik.
Syarat Sebelum Konfigurasi DHCP di Mikrotik
Pastikan hal-hal berikut sudah disiapkan:
-
Mikrotik sudah terhubung dengan internet dan IP sudah diatur pada interface WAN.
-
Sudah ada interface LAN dengan IP statis yang diterapkan (misalnya
192.168.10.1/24pada interfaceether2). -
Pastikan jaringan sudah siap, dengan perangkat terhubung ke Mikrotik.
Langkah-Langkah Setting DHCP Server Mikrotik
✅ 1. Login ke Mikrotik
-
Gunakan Winbox atau WebFig untuk login ke Mikrotik.
-
Pastikan sudah terhubung ke interface LAN (misalnya
ether2) yang akan digunakan untuk distribusi IP otomatis.
✅ 2. Menambahkan IP Address di Interface LAN
Jika belum mengonfigurasi IP Address di interface LAN, lakukan langkah berikut:
-
Buka menu IP > Addresses.
-
Klik tombol + dan tambahkan IP Address:
-
Address:
192.168.10.1/24 -
Interface: Pilih ether2.
-
-
Klik Apply dan OK.
✅ 3. Menambahkan DHCP Server
Setelah IP Address diterapkan, saatnya mengonfigurasi DHCP Server agar perangkat yang terhubung ke jaringan bisa mendapatkan IP otomatis.
-
Masuk ke menu IP > DHCP Server.
-
Pilih tab DHCP Setup.
-
Pilih Interface yang akan digunakan, misalnya
ether2(interface LAN). -
Ikuti langkah-langkah berikut:
-
Next untuk melanjutkan.
-
Masukkan Gateway IP:
192.168.10.1(IP Mikrotik di interface LAN). -
Tentukan IP Range (Range IP DHCP): Misalnya
192.168.10.10 - 192.168.10.100. -
Tentukan Lease Time (Durasi sewa IP): Misalnya
10m(10 menit). -
Tentukan DNS Server: Gunakan Google DNS (8.8.8.8 atau 8.8.4.4).
-
-
Klik Apply dan OK.
✅ 4. Menambahkan DHCP Pool
Pool adalah rentang IP yang akan didistribusikan oleh DHCP Server.
-
Masuk ke tab Pools.
-
Klik + untuk menambah pool baru.
-
Tentukan rentang IP:
-
Name: DHCP_POOL_192
-
Address:
192.168.10.10-192.168.10.100 -
Klik OK.
-
✅ 5. Testing DHCP Server
Untuk menguji konfigurasi DHCP, lakukan langkah berikut:
-
Hubungkan perangkat (PC/Laptop) ke Mikrotik via LAN.
-
Pastikan perangkat diatur untuk Obtain IP Address Automatically.
-
Periksa IP yang diterima pada perangkat:
-
Windows: Buka
Command Promptdan ketikipconfig. -
Linux/Mac: Gunakan perintah
ifconfigatauip a.
-
Jika DHCP berhasil, perangkat akan mendapatkan IP dari pool yang telah dikonfigurasi.
![]() |
| konfigurasi mikrotik |
Contoh Konfigurasi DHCP Server Mikrotik
| Setting | Nilai |
|---|---|
| Interface | ether2 |
| Gateway | 192.168.10.1 |
| IP Range | 192.168.10.10 - 192.168.10.100 |
| Lease Time | 10m |
| DNS Server | 8.8.8.8, 8.8.4.4 |
Troubleshooting DHCP Server Mikrotik
| Masalah | Solusi |
|---|---|
| Client tidak dapat IP | Cek kabel fisik dan pastikan DHCP aktif pada interface LAN. |
| IP bentrok | Pastikan rentang IP DHCP tidak tumpang tindih dengan IP statis. |
| Gateway tidak terpasang | Pastikan konfigurasi Gateway di menu DHCP sudah benar. |
Kesimpulan
Mengonfigurasi DHCP Server di Mikrotik sangat penting untuk memudahkan distribusi alamat IP secara otomatis pada perangkat yang terhubung ke jaringan. Dengan menggunakan langkah-langkah di atas, perangkat Mikrotik dapat secara efisien mengelola IP untuk banyak perangkat di dalam jaringan, mengurangi kerumitan konfigurasi manual.
Jika kamu telah mengonfigurasi NAT, maka mengatur DHCP adalah langkah selanjutnya untuk mengelola jaringan dengan lebih baik, terutama dalam skala rumah, kantor, atau sekolah.

